Selasa, 09 Juni 2015

Penghitungan Angka Lembur 1/173

Berdasarkan peraturan dan UU 13/2003, pasal 77, tentang waktu kerja adalah 40 jam dalam seminggu, maka jika melebihi 40 jam kerja tersebut, karyawan diharuskan lembur. Adapun penghitungan lembur karyawan adalah :

 1/173 x ( Gaji Pokok + Tunjangan Tetap ).

Adapun kenapa hitungan dikalikan dengan 1/173, sebagai berikut :
  • 1 tahun adalah 365 hari.
  • 1 tahun adalah 52 minggu ( 365 hari : 7 hari dalam seminggu = 52,14 minggu = 52 minggu )
  • 1 tahun adalah 2080 jam ( 52 minggu x 40 jam kerja dalam seminggu  = 2080 jam )
  • Jam Kerja dalam sebulan adalah 173 jam ( 2080 jam : 12 bulan  = 173,33 = 173 jam )
  • Maka perhitungan lembur didapatkan rumus 1/173.

Kamis, 30 Oktober 2014

Perbedaan BOSS dengan LEADER

Mungkin kita sering mendengar perkataan," Dia itu ngebossi banget." atau juga perkataan," Dia itu sok boss banget." Hal ini sering diutarakan oleh orang-orang yang merasa tidak suka,tidak senang atau tidak nyaman dengan seseorang, apakah orang tersebut teman atau pimpinannya. Satu sisi, kita sering mendengar perkataan seseorang," Dia itu adalah seorang leader/Pimpinan yang hebat." atau perkataan," Dia itu seorang Leader/Pemimpin yang dekat dengan bawahannya."

Dari pernyataan diatas, dapat kita lihat bahwa, sering BOSS itu di konotasikan hal-hal perilaku/karakter yang dimiliki, bukan yang baik untuk menjadi pemimpin, walaupun secara struktural dia adalah Pemimpin. Sebaliknya, LEADER sering diartikan seorang pemimpin yang memiliki karakter yang benar-benar bisa menjadi pelindung, pemimpin, pelatih, guru bahkan bisa menjadi sahabat bagi bawahannya.

Untuk itu saya coba menyajikan perbedaan antara seorang BOSS dengan LEADER, yaitu :

  1. BOSS memiliki karakter Drives Employees, dimana lebih cenderung memaksa bawahan untuk melaksanakan apa yang diperintahnya, tanpa memberi tahu bagaimana cara melaksanakannya jika bawahan tidak tahu. LEADER memiliki karakter Coaches Employees, dimana lebih cenderung menginstruksikan bawahan untuk melaksanakan tujuan bersama team, dengan memberitahukan bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
  2. BOSS lebih kepada Depends On Authority, dimana melakukan sesuatu berdasarkan kepada wewenang dia saja, sehingga jarang membantu pekerjaan lain jika dibutuhkan. LEADER lebih kepada Depends On Goodwill, dimana dengan kemauan baik siap melakukan pekerjaan yang di wewenangkan kepada dia, atau juga siap membantu hal yang lain jika dibutuhkan.
  3. BOSS lebih kepada prinsip Inspires Fear, memberi kesan kepada bawahan, bahwa dia harus ditakuti. Dengan kemarahan/emosi, merupakan cara yang  dia lakukan agar bawahan mau melaksanakan apa yang diperintahkannya. LEADER lebih kepada Generates Enthusiasm, dimana bawahan memberikan antusiasme yang baik atas perhatian dan kebijaksanaan pimpinan dalam membimbing mereka bekerja, sehingga feed-backnya adalah mereka bekerja dengan tulus dan serius untuk membantu atasannya.
  4. BOSS says," I ". Prinsip ke egoannya, membuat segala hal yang dilakukan harus sesuai dengan perintah, keinginan dan persetujuan dari dia, tanpa melihat bawahan suka atau tidak suka. LEADER says, " We ". Dimana kebersamaan dan kebaikan serta kesuksesan team atau kelompok kerja merupakan hal yang diutamakan oleh pimpinan seperti ini.
  5. BOSS lebih kepada Places Blame for The Breakdown, dimana jika terjadi kesalahan dia selalu menyalahkan bawahan, tanpa mau dia bertanggung jawab. LEADER lebih kepada Fixes The Breakdown, dimana dia lebih berperan untuk memperbaiki kesalahan bawahan dan bertanggung jawab atas kesalahan teamnya.
  6. BOSS lebih cenderung kepada Knows How It's Done dimana dia hanya tahu apa yang dilakukan, tetapi tidak mau melakukannya. LEADER lebih cenderung kepada Show How It's Done dimana selain mengetahui cara melakukan, dia juga beraksi untuk melakukannya bersama team.
  7. BOSS lebih kepada Uses People, dimana dia hanya memikirkan untuk menggunakan karyawan untuk mengerjakan apa yang dia inginkan, tanpa memberikan kesempatan untuk karyawan lebih berkembang lagi. Dia hanya ingin bawahannya hanya seperti itu saja, tidak ingin karyawan berkembang menjadi lebih baik. LEADER lebih kepada Develops People, yaitu pimpinan seperti ini tidak hanya ingin bawahan seperti saat ini, tetapi bisa berkembang menjadi lebih baik, terutama dari segi karir dan jabatan.
  8. BOSS ingin menjadi orang yang Takes Credit, yaitu yang ingin mendapatkan nama baik pribadi saja. LEADER ingin menjadi orang yang Gives Credit, yaitu lebih ingin memberikan nama baik, dengan maksimal melakukan pekerjaan.
  9. BOSS lebih kepada Commands atau memerintah saja tanpa bertanya apakah bisa dilakukan bawahan dengan baik dan apa kendalanya. LEADER lebih kepada ASKS, dimana dia bertanya apakah bawahan bisa melakukan yang diperintahkan dan apa kendalanya.
  10. BOSS lebih suka berkata " GO ". Sedangkan LEADER lebih suka berkata " LET'S GO ".
Demikian sekilas perbedaan BOSS dengan LEADER yang secara struktur sama-sama sebagai atasan, tetapi perbedaan karakter dan jiwa kepemimpinan yang positif membuat mereka menjadi berbeda.

Rabu, 22 Oktober 2014

TIPE PIMPINAN


Ada beberapa tipe pimpinan dalam perusahaan, yaitu :
  1. Otoriter/Wewenang Penuh adalah pimpinan yang secara keras memberikan perintah kepada bawahannya agar mau melaksanakan apa yang diperintahnya. Pimpinan seperti menganggap bawahan harus selalu mengikuti apa yang diperintahkannya. Jika perintah tidak dilaksanakan, biasanya pimpinan tipe seperti ini akan lebih emosional dan menggunakan amarah sebagai jurus pamungkasnya, agar bawahan melaksanakan perintahnya.
  2. Demokrasi adalah pimpinan yang sangat supel dan senang memberi saran kepada bawahan. Kekompakan dan kerjasama dalam tim kerja, merupakan hal yang sangat dia inginkan.
  3. Paternalistis/Terpola Pada Aturan adalah tipe pimpinan yang ingin bawahannya terfokus pada aturan atau kebiasaan melakukan pekerjaan. Tipe pimpinan seperti ini, tidak membiasakan atau tidak memberikan kesempatan kepada bawahan untuk melakukan pekerjaan dengan kreatifitasnya. Biasanya, tipe pimpinan seperti ini, kurang tergerak hatinya untuk mengembangkan keahlian dan kreatifitas bawahan.
  4. Laisez Faire/Kebebasan Berkerja tipe pimpinan dalam hal ini membiarkan karyawan melakukan aktifitas sesuai dengan kemauan karyawan sendiri.
  5. Kharismatis adalah tipe pimpinan yang bisa menjadi kharisma atau inspiratif bagi orang lain. Pemimpin seperti ini selain bisa menjadi inspirasi bagi orang lain, tetapi juga berani untuk mengambil tindakan, teguh pada pendirian, punya daya tarik dan bisa mempengaruhi orang lain.
Demikian tipe pimpinan yang ada di dalam dunia pekerjaan, yang mungkin juga terjadi selain di dunia pekerjaan seperti pimpinan dalam organisasi politik, organisasi kemasyarakatan dan lain-lain.


Kamis, 18 September 2014

Penghitungan Lembur Karyawan

Penghitungan lembur bagi karyawan berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-72/Men/1984, dimana ada 3 cara dasar penghitungan, sebagai berikut :

  1. Untuk tenaga kerja bulanan, maka perhitungan lembur didasarkan kepada 1/173 x upah sebulan.
  2. Untuk tenaga kerja harian, maka perhitungan lembur didasarkan kepada 3/20 x upah sehari.
  3. Untuk tenaga kerja borongan atau berdasarkan satuan hasil, maka perhitungan lembur didasarkan kepada 1/7 x rata-rata (upah) hasil kerja.
Namun seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan perhitungan lembur untuk tenaga kerja harian dan borongan, dimana berdasarkan Kepmenakertrans No. Kep-102/Men/VI/2004 upah lembur untuk semua tenaga kerja dengan rumus 1/173 x upah sebulan.

Jumat, 09 November 2012

Entrepreneurship

Entrepreneurship (Kewirausahaan)  adalah suatu proses dimana setiap individual mengejar peluang-peluang yang dianggap akan menghasilkan keuntungan atau laba. Inti dari kewirausahaan adalah mengidentifikasi peluang-peluang dan melaksanakan dan mempraktekkan peluang-peluang/ ide-ide yang timbul.Didalam jiwa seorang entrepreneur harus ada kreatifitas, inovasi dan jiwa kewirausahaan, dimana seorang entrepreneur harus memikirkan kreatifitas dengan memikirkan hal-hal yang baru yang belum pernah dibisniskan orang tetapi ada manfaat bagi orang lain, sehingga akan menimbulkan suatu peluang akan dibeli. Untuk itu perlu juga dilakukan inovasi, yaitu mengerjakan hal-hal yang baru tersebut yang merupakan hasil dari kreatifitas, sehingga menghasilkan suatu produk yang bermanfaat dan bisa menjadi konsumsi orang. Jiwa kewirausahaan harus ada dengan dapat melihat prospektif kedepan, bisnis apa yang akan menghasilkan peluang dan keuntungan dengan memikirkan strategi-strategi penjualan dan pengembangan produk serta gagasan-gagasan untuk memecahkan masalah bisnis.

Setiap entrepereneur bisa menghasilkan keberhasilan atau kegagalan dalam bisnis, untuk itu perlu diperhatikan hal berikut bagi para entrepreneur yang ingin meminimalisasi kegagalan, yaitu :
  • Kenalilah bisnis anda secara mendalam,sehingga banyak disarankan lakukan kegiatan bisnis yang sesuai dengan hobby anda, keahlian anda dan pengalaman anda.

  • Kembangkan rencana bisnis dengan matang, dengan memikirkan aspek resiko-resiko bisnis. Analisalah bisnis anda dengan melakukan survey pasar, analisis proyeksi bisnis dan studi kelayakan bisnis.

  • Kelolalah sumber daya keuangan dengan baik dan maksimal, sehingga dapat diminimalisasi kerugian.

  • Pahami laporan keuangan, agar mengetahui posisi keuangan dari bisnis yang kita jalankan, apakah laba atau rugi.

  • Belajarlah mengelola orang secara efektif, sehingga dapat mempekerjakan orang secara maksimal dengan hasil yang juga maksimal.

  • Menjaga kondisi fisik dan mental yang baik,agar dapat melaksanakan aktifitas bisnis dengan baik. Fisik dan mental tidak baik,maka hasil bisnis juga akan tidak baik. Bergerak dibidang bisnis, akan cenderung mengalami kerugian atau kegagalan, untuk itu menyadari jika terjadi kegagalan, tidak akan membuat menjadi lumpuh dan semangat serta bangkit kembali.
Selain keberhasilan, para entrepreneur juga memungkinkan untuk gagal dalam menjalankan bisnisnya, dimana kegagalan tersebut disebabkan oleh :
  • Ketidakmampuan manajemen dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang telah direncanakan.

  • Kurang berpengalaman dan tidak mau belajar dari pengalaman orang lain.

  • Pengendalian dan pengaturan keuangan yang tidak baik.

  • Pemasaran yang lemah dan tidak agresif.

  • Kegagalan dalam mengembangkan rencana strategis.

  • Pertumbuhan yang tidak terkendali dengan baik.

  • Pengendalian persediaan, baik itu bahan baku atau barang jadi yang tidak baik.

  • Harga produk yang ditetapkan tidak baik, karena kurangnya riset pasar.

  • Kurangnya inovasi.

Minggu, 01 April 2012

Millionaire

Millionaire adalah orang yang memiliki kekayaan berupa harta yang berjumlah fantastis. Disetiap negara pasti ada orang-orang yang memiliki harta yang jumlahnya besar, sehingga proporsi jumlah millionaire di beberapa negara adalah sebagai berikut :
  • Singapore, memiliki millionaire sebanyak 15,5 % dari jumlah penduduk di negaranya.
  • Switzerland, memiliki millionaire sebanyak 9,9 % dari jumlah penduduk di negaranya.
  • Qatar, memiliki millionaire sebanyak 8,9 % dari jumlah penduduk di negaranya.
  • Hongkong, memiliki millionaire sebanyak 8,7 % dari jumlah penduduk di negaranya.
  • Kuwait, memiliki millionaire sebanyak 8,5 % dari jumlah penduduk di negaranya.
  • UEA ( Arab Saudi ), memiliki millionaire sebanyak 5 % dari jumlah penduduk di negaranya.
  • USA, memiliki millionaire sebanyak 4,5 % dari jumlah penduduk di negaranya.
Untuk menjadi seorang millionaire harus memiliki :
  • Mindset, merupakan way of your thinking bahwa kita harus memiliki pemikiran berani mencoba untuk berwirausaha dan jangan ada keinginan untuk menjadi karyawan saja atau menjadi pekerja. Tanamkan pada diri, bahwa kita bisa sukses dan memperoleh apa yang diharapkan dengan usaha dan kerja keras.
  • Skillset, dimana kita harus mengembangkan keahlian dan keterampilan yang kita miliki dan coba dikembangkan menjadi suatu peluang untuk modal dalam melakukan kegiatan bisnis atau menjadi seorang entrepreneurship.
  • Take Action, keinginan menjadi millionaire jangan hanya sebatas angan-angan saja, tetapi harus dilakukan dengan cepat, kembangkan keahlian dan keterampilan kita dengan sesegera mungkin.

Kamis, 29 Maret 2012

INISIATIF

Inisiatif adalah kemauan untuk melakukan sesuatu tanpa disuruh dan keluar dari keinginan pribadi atau kamauan sendiri. Ciri-ciri orang yang berinisiatif adalah :
  • Melakukan sesuatu tanpa disuruh dan berdasarkan keinginan sendiri.
  • Orang yang ingin melakukan perubahan dan tidak nyaman dengan keadaan sekarang.
  • Berani mencoba dan tidak takut dengan kegagalan.
Berusahalah untuk melakukan sesuatu dan melakukan improvisasi, sehingga wawasan kita akan luas dalam menjalani kehidupan dan bersosialisasi, baik itu di lingkungan rumah tangga, pergaulan, pekerjaan apalagi dalam berbisnis.